Sabtu, 11 Januari 2020

Benarkah Melemahnya Dinding Ginjal Menjadi Penyebab Utama Kista Ginjal?




Apakah Anda merasa tidak nyaman pada bagian perut? Atau perut Anda terdapat benjolan? Jika Anda seorang lelaki dan memiliki benjolan pada bagian perut, maka hati-hati karena bisa saja ini merupakan indikasi jika Anda mengidap kista ginjal. Silakan simak artikel hingga tuntas, karena pembahasan kali ini akan membahas lebih dalam tentang kista ginjal serta penyebab dan cara pengobatannya.
Dikutip dari Halodoc, kista ginjal adalah sebuah kantung yang berbentuk bulat atau oval. Di mana kantung tersebut berisi cairan yang terbentuk di bagian ginjal secara tidak normal.  Ginjal sendiri yaitu dua buah organ yang ada di dalam tubuh berbentuk seperti kacang dengan fungsi utama yakni menyaring limbah dari darah dan membuat urine.
Lalu apa penyebab utama kista ginjal?
Hingga detik ini, belum diketahui secara pasti yang menjadi penyebab kista ginjal. Akan tetapi, beberapa ahli meyakini jika kista yang terdapat pada ginjal berkembang karena melemahnya lapisan dinding ginjal.
Diduga penyebab kista ginjal disebabkan kantung ginjal yang terbentuk saat lapisan permukaan ginjal melemah. Kantung ini yang selanjutnya akan terisi cairan dan terlepas, sehingga berkembang menjadi kista.
Namun, tahukah Anda jika pria lebih rentan memiliki risiko terhadap kista ginjal, terutama pada mereka yang telah berusia di atas 50 tahun. Hal inilah yang mungkin menjelaskan mengapa penyakit kista ginjal lebih banyak ditemukan pada pasien yang telah berusia lanjut.
Apa saja yang bisa meningkatkan risiko seseorang akan mengidap kista ginjal?
Sangat penting untuk Anda memahami bahwa memiliki salah satu atau mungkin beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan mengidap suatu penyakit atau akan mempengaruhi kesehatan Anda.
Pada kasus yang sangat jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan seseorang bisa terkena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.
Berikut ini merupakan faktor-faktor risiko yang bisa memicu munculnya kista di dalam ginjal:
  1. Jenis kelamin.
Seperti yang disebutkan di atas penyakit kista ginjal lebih banyak terjadi pada pasien yang berjenis kelamin laki-laki jika dibandingkan dengan yang berjenis kelamin wanita.

  1. Usia.
Data mengenai penyakit ini justru lebih banyak lagi ditemukan pada pasien yang telah berusia lanjut. Risiko menderita penyakit kista ginjal akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia seseorang.
Pengobatan Pada Kista Ginjal.
Pengobatan untuk kista ginjal harus disesuaikan dengan tingkat keparahan kista tersebut. Apabila kista ginjal hanya satu dan berukuran kecil serta tidak menimbulkan gejala, dokter tidak akan memberikan penanganan khusus, karena kista dapat menghilang sendirinya seiring berjalannya waktu atau akan menetap, tapi tidak menimbulkan masalah.
Walau demikian, dokter akan tetap mengatur jadwal kontrol pasien untuk memantau kondisi kista secara berkala melalui pemindaian selama enam hingga dua belas bulan. Selain pemindaian tersebut, dokter juga akan memantau fungsi ginjal.
Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan jika kista ginjal memicu keluhan.
-          Sclerotherapy.
Apabila kista ginjal memicu gejala, maka penderita akan dianjurkan untuk menjalani sclerotherapy untuk mengeringkan cairan kista dengan cara menggunakan jarum tipis panjang. Melalui sclerotherapy cairan dalam kista tersebut akan dikeluarkan, kemudian rongga kista akan diisi dengan alkohol untuk mencegah kista terbentuk kembali.
-          Operasi.
Jika kista yang ada di dalam tubuh penderita berukuran besar dan juga menimbulkan gejala, maka dokter akan merekomendasikan operasi pengangkatan kista. Prosedur tersebut dilakukan oleh dokter urologi dengan membuat sayatan pada kulit untuk mengeluarkan cairan dari dalam kista. Kemudian dinding ginjal yang terdapat kista akan dipotong serta dibakar.


EmoticonEmoticon