Rabu, 13 Mei 2020

Bacaan Niat Dalam Shalat Tarawih Dan Witir Beserta Artinya


Di bulan suci Ramadhan, Shalat tarawih merupakan amalan sunnah yang dianjurkanm. Shalat tarawih biasanya dilaksanakan secara berjamaah setelah selesai melaksanakan shalat Isya. Pengerjaan shalat tarawih didahului dengan membaca niat terlebih dahulu seperti layaknya shalat yang lainnya. 

Aisyah RA istri Nabi Muhammad dalam sebuah hadis berkata bahwa “Rasulullah selalu mengerjakan Shalat (malam) pada waktu antara selesai shalat ‘isya, yang disebut orang dengan “atamah” hingga fajar, sebanyak sebelas rakaat.” (H.R. Muslim). 

Dikutip dari “Melafalkan Niat Dalam Shalat” oleh Cholil Nafis, menurut kesepakatan para pengikut mazhab Imam Syafi’iy dan Imam Ahmad bin Hambal, melafalkan niat shalat tarawih menjelang takbiratul ihram itu hukumnya sunnah. Melafalkan niat sebelum takbir bisa membantu untuk mengingatkan hati. Dengan begitu, saat seseorang keliru dalam melafalkan niatnya, maka yang dianggap adalah niatnya, bukan lafal dari niat tersebut. 

Sedangkan dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, tertulis “Saat kamu hendak menjalankan shalat, maka ucapkanlah “Allahu Akbar dengan ikhlas niatmu karena Allah. “ Niat dalam hal ini merupakan penyengajaan untuk melaksanakan shalat.  

Niat shalat dalam shalat tarawih dalam bahasa Arab, berbeda bacaan niatnya antara yang dilafalkan oleh seorang imam dan juga seorang makmum. Hal ini terletak pada bacaan niat apakah seseorang bertindak sebagai “imam” atau bertindak sebagai “makmum” dalam shalat tarawih tersebut. 

Untuk lebih jelasnya berikut dibawah ini lafal niat dalam shalat tarawih saat menjadi imam dan makmum :

1. Posisi Sebagai Imam

“Ushalli sunnatat taraa wii hi rak’atayni mustaqbilal qiblati adaa ‘an imaa man lillaa hi ta’aa laa.”

Artinya : “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah.”

2. Posisi Sebagai Makmum

“Ushalli sunnatat taraa wii hi rak’atayni mustaqbilal qiblati adaa ‘an ma’muu man lillaa hi ta’aa laa.”

Artinya : “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah.”

Di Indonesia dalam praktik shalat tarawih ini ada perbedaan jumlah rakaat yang dikerjakan. Ada yang berpendapat shalat tarawih dikerjakan 8 rakaat, tetapi ada juga yang berpendapat mengerjakan 20 rakaat. Kedua pendapat tersebut memiliki dalil yang sama sama kuat. 

Sedangkan untuk shalat witir, bisa dikerjakan dengan dua rakaat lalu dilanjutkan satu rakaat atau tiga rakaat sekaligus. Shalat witir pada dasarnya merupakan shalat yang dilakukan dengan rakaat bilangan ganjil seperti satu rakaat, tiga rakaat, dan seterusnya. 

Dalam mengerjakan shalat witir, adanya perbedaan bacaan niat apakah posisinya sebagai imam atau makmum, dan tergantung juga pada jumlah rakaatnya. Berikut dibawah ini penjelasan lengkapnya :

1. Niat Shalat Witir Tiga Rakaat Sekaligus

“Ushallii sunnatal-witri tsalasa’raka’atin mustaqbilal qiblati (makmuuman/imamaman) lillaahi ta’aalaa.”

Artinya : “Saya (berniat) mengerjakan shalat sunnah witir, tiga raka’at dengan menghadap kiblat, (makmum/imam), karena Allah Ta’ala”. 

2. Niat Shalat Witir Dua Rakaat :

“Ushallii sunnatal-witri rak’ataini mustaqbilal qiblati (makmuuman/imaaman) lillahi ta’aalaa.”

Artinya : “Saya berniat mengerjakan shalat sunnah witir, dua rakaat dengan menghadap kiblat, (makmum/imam), karena Allah Ta’ala.”

3. Niat Shalat Witir Satu Rakaat :

“Ushallii sunnatal-witri rok’atan mustaqbilal qiblati (makmuuman/imamaman) lillaahi ta’aalaa.”

Artinya : “Saya berniat mengerjakan shalat sunnah witir, satu rakaat dengan menghadap kiblat, (makmum/imam), karena Allah Ta’ala.”

Itulah bacaan niat shalat tarawih dan witir, dengan membaca niat sesuai dengan posisi dan jumlah rakaat, diharapkan shalat yang dikerjakan bisa berbuah menjadi amalan shalih. 


EmoticonEmoticon